Memanen Sarang Walet

Saat ini, konsumen sarang burung walet semakin selektif dalam memilih kualitas sarang. Hanya sarang yang berkualitas bagus yang dipilih oleh pembeli, oleh karena itu proses pemanenan dan penanganan sarang walet harus tepat, agar menghasilkan sarang walet yang berkualitas.

Pola Panen Sarang Walet

Proses pemanenan sarang walet tidak boleh asal, harus dilakukan dengan pola dan waktu yang tepat. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan sarang walet yang berkualitas tinggi, selain itu untuk menjaga populasi dari burung walet itu sendiri. Jika tidak menggunakan aturan, proses pemanenan sarang walet malah bisa membuat koloni walet kabur dan tidak pernah kembali.

Berikut ini pola panen yang biasa di terapkan para pembudidaya walet

  1. Pola panen rampasan

Pola ini dilakukan setelah walet membuat sarang, tetapi belum di gunakan untuk bertelur. yaitu sekitar 1-2 bulan menjelang musim hujan. Pola panen ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.

Kelebihan :

  • Kebersihan sarang relatif terjaga
  • Pemetikan bisa lebih sering di lakukan, rata-rata bisa mencapai 5-6 kali panen dalam setahun
  • Burung masih memiliki kesempatan untuk membangun kembali sarangnya sampai musim hujan tiba.

Kekurangan :

  • Ketebalan sarang tipis dan kadang-kadang bentuknya tidak sempurna
  • Tenaga walet cepat terkuras, sehingga ketahanan tubuhnya menurun dan tidak bisa mencapai batas umur maksimal.
  1. Pola panen buang telur

Teknik ini dilakukan setelah walet bertelur. Cocok dilakukan pada rumah walet yang populasinya sudah banyak. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan pada saat telur yang berada di sarang berjumlah dua butir, hal ini dikarenakan agar sang induk walet tidak stres dan sembarangan meletakkan telurnya.  Pada  pola panen ini juga memiliki keuntungan dan kelebihan.

Kelebihan :

  • Sarang relatif bersih tidak terlalu banyak kotoran
  • Kualitas sarang cukup bagus, ketebalannya cukup dan bentuknya sempurna
  • Termasuk jenis sarang kualitas terbaik karena memiliki bobot yang cukup berat

Kekurangan :

  • Walet tidak bisa bergenerasi karena induk tidak bisa menggerami telurnya.
  1. Pola panen tetasan

Pola panen tetasan dilakukan setelah anak walet menetas dan meninggalkan sarangnya. Cocok untuk gedung walet dengan populasi masih sedikit. Pola panen tetasan ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut

Kelebihan :

  • Merupakan cara paling alamiah atau natural, sehingga tidak mengganggu regenerasi koloni walet
  • Tidak mengganggu pola kehidupan walet

Kekurangan :

  • Sarang kotor akibat kotoran anak walet, pecahan telur, dan kotoran lain
  • Panen hanya dapat di lakukan 1-2 kali dalam setahun

Kami adalah salah satu perusahaan penyedia sarang walet yang menyediakan walet dengan teknik pemanenan Tetasan, sehingga tetap melestarikan burung sarang walet, namun kualitas sarang yang dihasilkan berkualitas tinggi. Segera hubungi kami di +62 813 8035 6909 atau wechat : dahri99